Sekian waktu terakhir persebaran difteri berlangsung dengan cukup masif di Kota Malang. Jadi efeknya, serta satu sekolah yakni MIN 1 Kota Malang sampai diliburkan untuk menahan penebaran dari penyakit ini.

Difteri sendiri sesuatu penyakit infeksi kronis yang dapat benar-benar beresiko khususnya pada beberapa anak. Penyakit ini dapat benar-benar meneror nyawa bila tidak selekasnya diatasi.

Difteri umumnya berlangsung pada tenggorokan, hidung, kadang pada kulit serta telinga. Saat tidak selekasnya diatasi, penyakit ini dapat mengakibatkan beberapa komplikasi.

Difteri adalah penyakit yang benar-benar menyebar serta dapat menyebabkan fatal, seperti dikatakan anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. DR. dr. Sri Rejeki Hadinegoro, SpA(K).

Sri menerangkan ada dua hal yang membuat difteri dapat mengakibatkan kematian pada anak, yaitu:

Kuman pemicu difteri tidak hanya berada di hidung di tenggorokan. Diikuti dengan kedatangan selaput putih di tenggorokan. Keadaan itu yang membuat seoerang anak jalan napasnya terusik.

"Jika telah menutupi (jalan napas), kan oksigennya jadi kurang. Satu orang jika oksigen kurang yang wafat dong jika tidak secepatnya ditolong," kata Sri waktu dihubungi Health-Liputan6.com.

Itu penyebabnya bila satu orang anak terserang difteri harus selekasnya memperoleh pertolongan medis. Satu bentuk pertolongan dengan membuat lubang di tenggorokan supaya anak dapat bernapas.

"Selaput putih (karena kuman pemicu difteri) itu tidak dapat hilang dengan penyembuhan satu atau dua hari. Kami obati dahulu mungkin sepanjang lima hari semakin lama selaputnya hilang," tuturnya.

Kuman pemicu difteri yaitu Corynebacterium diphtheriae itu keluarkan toksin yang masuk ke saluran darah.

Jika anak diserang difteri sampai dua minggu, toksin itu dapat mengakibatkan kerusakan saluran listrik yang membuat jantung dapat berdenyut. Ini membuat denyut jantung dapat berhenti.

"Sebelumnya denyut jantungnya tidak karuan, semakin lama tidak berdenyut (wafat)," jelas wanita yang Staf Departemen Pengetahuan Kesehatan Anak FKUI ini.