Meniran adalah tanaman yang biasa didapati di sejumlah wilayah yang mempunyai tingkat kelembaban tinggi, nama latin dari tumbuhan ini ialah Phyllanthus urinaria. beberapa dari orang belum demikian tahu apa manfaat serta manfat alami meniran buat kesehatan badan. nah pada tulisan kesempatan ini infosehat akan share beberapa informasi apa manfaat dari tumbuhan ini.

Antibakteri

Ekstrak metanol daun Meniran memiliki dampak antibakteri tertinggi pada bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Escherichia colli, serta Pseudomonas aeruginosa. Dampak ini dikarenakan senyawa antibakteri pada Meniran seperti phyllanthin, hypophyllanthin, niranthin, serta nietetralin. Ekstrak petroleum eter dari batang, daun, serta akar Meniran tunjukkan dampak antifungi.

Pelarut asam urat serta batu ginjal

Kandungan flavonoid serta glikosida flavonoid ialah senyawa yang seringkali dipakai dalam penyembuhan asam urat serta batu ginjal. Karenanya, Meniran yang kaya senyawa flavonid, bisa dipakai untuk menyembuhkan asam urat serta batu ginjal.



Di pada tubuh, flavonoid akan berikatan dengan kalsium dari batu ginjal lalu membuat senyawa kompleks kelat yang gampang larut. Ion-ion Na serta K dalam Meniran akan berikatan dengan asam urat membuat senyawa garam yang gampang larut di air hingga asam urat yang sudah mengkristal di darah serta ginjal akan terlarut dengan perlahan-lahan dan akan dikeluarkan lewat air seni. Meniran berbentuk diuretik (menolong keluarnya air seni). Dengan itu, Meniran dipakai untuk menangani asam urat serta batu ginjal atau penyakit lain yang dikarenakan oleh asam urat seperti rematik gout.

Immunomodulator

Riset paling baru menyingkapkan jika Meniran mempunyai kegiatan immunomodulator. Immunomodulator bertindak membuat skema badan lebih aktif jalankan pekerjaannya, terhitung memperkuat skema imun/skema kebal badan. Bila skema imun bertambah, karena itu ketahanan badan pada serangan beberapa bakteri serta virus bertambah. Sebab berbentuk immunomodulator, Meniran bisa dipakai untuk menguatkan skema kebal badan pada bakteri, virus, serta mikroba pemicu penyakit hingga bisa menahan beberapa penyakit yang dikarenakan bakteri, virus, atau mikroba.


Antikanker

Potensi Meniran jadi immunostimulator menolong merangsang kegiatan sel alami killer (NK) serta sel killer (K). Bila toksisitas ke-2 sel itu bertambah, beberapa sel yang alami mutasi serta abnormal (sel kanker) akan dihancurkan oleh keduanya.

Antidiabetes

Phyllanthin serta hypophyllanthin adalah elemen penting yang disangka bertindak aktif dalam penurunan kandungan gula darah. Hal itu diperlihatkan oleh hasil riset pada tikus yang telah diinduksi aloksan (zat kimia yang diberi untuk menyebabkan keadaan diabetes pada hewan eksperimen). Nyatanya, tikus yang dikasih ekstrak Meniran alami penurunan kandungan gula darahnya. Meniran dapat dibuktikan bertindak jadi antidiabetes.

Hepatoprotektor

Hasil riset tunjukkan jika Meniran berperan jadi hepatoprotektor. Sekumpulan tikus diinjeksi karbon tetraklorida (zat penginduksi hepatotoksik). Nyatanya, yang dikasih air rebusan Meniran alami perbaikan organ liver. Meniran memiliki kandungan senyawa antihepatotoksik seperti filantin, hipofilantin, triakontanal, serta trikontanol. Diluar itu, senyawa phyllanthus dalam Meniran didapati kerja jadi pelindung hati (hepatoprotektor) dengan menyabotase DNA polimerasi (enzim yang dibutuhkan virus hepatitis untuk bereplikasi/melipatgandakan diri). Dalam satu riset di India, 59% pasien yang menanggung derita infeksi hepatitis B tunjukkan kandungan HBV infection yang semakin kecil sesudah konsumsi Meniran sepanjang 1 bulan.

Hepatitis akut

Hasil uji klinis di RS Soetomo menunjukkan jika Meniran bermanfaat menangani hepatitis B. Pasien hepatitis akut dikasih satu kapsul Meniran 3 kali satu hari sepanjang satu bulan. Ekstrak Meniran bisa memodulasi skema imun lewat proliferasi serta aktivasi limfosit T serta B. Sekresi TNF-α serta IFN-α juga bertambah. Dampak pada akhirnya, tanda-tanda kesembuhan hepatitis. Meniran menggerakkan proses perbaikan beberapa sel hati dengan tingkatkan jumlahnya enzim yang bertindak jadi anti-oksidan.

Antituberkulosis

Dr. Zulkifi Amin, ahli imunologi TBC yang datang dari Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia sudah temukan bukti jika, selama tahun 2000 sudah lakukan uji klinis untuk tumbuhan meniran pada pasien tuberkulosis. Uji klinis menyertakan 60 pasien umur 15-55 tahun. serta memberi hasil yang memberi kepuasan sebab bisa meminimalkan perlahan-lahan penyakit ini.