Bersamaan umur makin bertambah, masalah mengendalikan upah atau penghasilan seringkali jadi permasalahan. Walau sebenarnya pengeluaran untuk keperluan hidup turut bertambah, dari mulai budget rumah, transportasi, kesehatan, pendidikan, sampai keperluan tidak tersangka.

Pemenuhan kepentingan hidup butuh diseimbangi ketelitian membagikan uang. Bila jeli serta bijak mengurus upah, pemenuhan keperluan hidup tidak bisa menjadi masalah.

Mengurus upah tidak selalu berkaitan besar-kecil rupiah yang didapat tiap bulan. Malah makin besar penghasilan, pengeluaran untuk keperluan hidup condong membengkak. Hal tersebut dikarenakan pergantian pola hidup, penambahan tanggung jawab, sampai meremehkan membuat catatan keuangan atau anggaran rencana.


Merilis Forbes, menurut studi Federal Reserve Board, 53 % orang dapat penuhi keperluan 'darurat' tanpa ada jual barang atau berutang. Pada beberapa masalah, bukan kekurangan upah yang meyebabkan permasalahan finansial, tetapi pemakaiannya yang tidak teratasi.

Lepas dari kecil-besarnya pendapatan, potensi mengurus upah dibutuhkan supaya pemenuhan keperluan hidup imbang. Nah, agar upah tidak habis karena pengeluaran yang membengkak, berikut 7 langkah mengendalikan upah dengan bijak.

1. Tahu penghasilan bersih per bulan

Kalkulasi penghasilan bersih, kerjakan pendataan supaya uang masih termonitor serta pengeluaran tidak membengkak.

Mencuplik Nerdwallet, sebelum membuat catatan pengeluaran alias anggaran rencana, tahu dahulu jumlahnya penghasilan bersih atau neto tiap bulan. Yakinkan perkiraan jumlahnya penghasilan yang akan Anda pakai itu sudah dipotong bayaran masih seperti pajak, pungutan asuransi, atau kepentingan usaha.

Dengan langkah pertama itu, Anda kurangi peluang penghitungan meleset. Jangan pernah salah perkiraan membuat Anda tidak berhasil menabung.

2. Mulai dengan gol kecil

Kecenderungannya makin besar gol atau kemauan, makin besar uang terpakai untuk dipakai bersenang-senang. Tidak butuh mulai dengan gol besar, yang penting gol serta pengendalian uang imbang serta sesuai kenyataan.

3. Bikin catatan pengeluaran serta penghasilan

Lakukan tulis pengeluaran Anda hingga dapat tahu perputaran keuangan seharian.

Merilis Cosmopolitan, kekeliruan pengendalian finansial yang seringkali berlangsung ialah tidak memerhatikan rutinitas serta skema pengeluaran. Catatan keuangan menolong mencatat perhitungan kegiatan serta perputaran keuangan Anda seharian.

Dengan perhitungan, Anda tahu detil pengeluaran serta keperluan, dan bisa menyaring belanjaan yang kira-kira memang urgensi serta mana yang cuma komplementer. Ini mempermudah jadi bahan pelajari untuk bulan seterusnya supaya lebih waspada dalam memakai uang.

Mencuplik Forbes, catatan rekap per minggu lebih dianjurkan dibanding per bulan. Memang baiknya catatan keuangan direkap di akhir bulan. Tetapi dengan rekap per minggu, skema pengeluaran Anda dapat lebih bisa dibaca dengan detil.


4. Cara 3-Category Anggaran

Masih berkaitan perhitungan keuangan, Forbes mereferensikan 3-Category Anggaran. Biasanya satu orang cuma habiskan uangnya untuk tiga ketegori keperluan serta kemauan prioritas, contohnya baju, hiburan, serta makan di restoran.

Dengan tahu serta mengutamakan tiga kelompok yang seringkali dikeluarkan, Anda dapat mengatur pengeluaran. Berarti sekalian memenuhi keperluan hiburan, Anda masih memotong pengeluaran serta mengurus upah dengan bijak serta efisien.

5. Pakai cara 50/20/30 untuk mengurus upah

Cara 50/30/20 dipopulerkan oleh Elizabeth Warren dalam buku All Your Worth. Cara itu menjelaskan semasing upah didistribusikan sebesar 50% untuk kepentingan, 20% untuk tabungan periode panjang, serta 30% untuk pola hidup.

Dengan perkiraan alokasi itu, Anda dapat membagi dengan baik pengeluaran untuk kepentingan seharian sekalian menabung. Di samping cara itu, yang tetap jadi kunci kesuksesan pengendalian upah, yaitu kestabilan. Yakinkan cara itu tidak cuma Anda aplikasikan pada bulan pertama, tetapi dipertahankan pada bulan-bulan selanjutnya.

6. Utamakan 20 % tabungan

Jumlahnya yang baik untuk membagikan upah untuk tabungan ialah sejumlah 20 %. (Skitterphoto/Pixabay)

Bila arah Anda mengurus upah ialah menabung, yakinkan Anda selamatkan alokasi tabungan itu selekasnya sesudah mendapatkan upah.

Pengendalian upah lebih efisien bila Anda menaruh tabungan diawalnya dibanding jadikan tersisa pendapatan jadi tabungan. Dalam kata lain, utamakan alokasi tabungan sebelum keperluan hidup serta ongkos bersenang-senang.

7. Pakai aplikasi pengelola keuangan

Memakai aplikasi di telephone pegang salah satu langkah untuk memproyeksikan pengeluaran serta penghasilan.

Sekarang banyak aplikasi yang ada di smartphone untuk mencatat cashflow, hingga tidak butuh repot tuliskan dengan manual di buku besar. Beberapa aplikasi pengelola keuangan yang ditawarkan dari mulai penampilan simpel sampai hebat, seperti Wallet, Finansialku, Monefy, MoneyWiz, Uangku, serta TemanBisnis.

Aplikasi-aplikasi itu memudahkan mencatat penghasilan serta pengeluaran, dan membuatnya perhitungan serta bahan perkiraan pengendalian upah di minggu atau bulan depan. Dengan manfaatkan kehebatan tehnologi, mengurus upah dengan bijak juga tidak sulit.