Yuk-Kenali-3-Fakta-Apartemen-Low-Rise-yang-Kekinian
Tidak sedikit masyarakat modern Jabodetabek berpikir tinggal apartemen menjadi sebuah prestise tersendiri dibanding harus tinggal pada pemukiman perumahan-perumahan konvensional. Menawarkan kehidupan modern dengan beragam fasilitas penunjang aktivitas sehari-hari masyarakat merupakan faktor keunggulan utama diliriknya apartemen oleh masyarakat modern zaman sekarang. Beberapa dari masyarakat yang setuju dengan pendapat tersebut bahkan melabeli tinggal di apartemen menjadi tren dalam gaya hidup modern.

Bicara tentang modernitas yang disajikan, tidak hanya berarti ditinjau hanya dari ketersediaan fasilitas-fasilitas modern. Saat ini beragam apartemen di Jabodetabek sudah dipastikan menawarkan beragam fasilitas tersebut, jadi fasilitas bukan berarti sebuah acuan.

Berangkat dari hal tersebut, beberapa developer berpikir untuk berinovasi dengan meningkatkan kesan modern dari bentuk bangunannya tersendiri. Inovasi tersebut pun terwujud lewat proyek apartemen low-rise. Di Jabodetabek, apartemen ekslusif low-rise bisa dikatakan masih dapat terhitung jari tangan namun pangsa pasarnya datang dari masyarakat zaman now modern. Beberapa dari proyeknya berlokasi pada perumahan Alam Sutera dan Bintaro di kawasan penyanggah Ibukota.
Kemodernan apartemen Low-rise dengan permintaan yang sangat banyak tentu menjadi fenomena tersendiri pada kawasan Jabodetabek. Pertanyaannya, apa yang membuat apartemen tersebut terkesan unik dan modern? Berikut adalah sejumlah faktanya !

Terletak di Pemukiman Modern
Melihat pengembangannya di Jabodetabek, lokasi apartemen low-rise tersebut bisa dikatakan sangat menarik yakni di kawasan pemukiman modern dengan lokasi strategis. Misalnya saja pada contoh yang disebutkan yakni perumahan alam sutera serta bintaro. Baik perumahan Alam Sutera juga Bintaro diketahui merupakan himpunan kawasan perumahan terbaik buruan pencari properti sejak pertama kali dikembangkan. Mengingat wilayah pengembangannya modern dan berkelanjutan, penghuni apartemen tentu tidak akan kesulitan dalam menjangkau tempat-tempat penting terkait aktivitasnya sehari-hari.

Tidak Terlalu Tinggi
Apartemen low-rise merupakan apartemen dengan bangunan tidak terlalu tinggi. Dalam beberapa contoh di Bintaro dan perumahan Alam Sutera, bangunan apartemen tersebut dikembangkan dengan tinggi rata-rata pada kisaran 4-6 lantai.

Bangunan tidak terlalu tinggi sangat mendukung masyarakat zaman now dengan mobilitas tinggi dari pemukiman ke tempat-tempat tujuannya. Kecepatan dan kemudahan mobilitas tersebut juga sangat menunjang bagi mobilisasi ramah dan aman khususnya untuk lansia, penyandang disabilitas hingga pemukim dengan fobia ketinggian ( achropobia). Selain itu, tidak terlalu tingginya jarak antar lantai juga memudahkan proses evakuasi dari unit hunian ke lantai dasar ketika terdapat momen darurat seperti gempa atau kebakaran.

Next Level of Exclusivity
Ada banyak faktor yang membuat unit-unit apartemen tersebut diklaim paling eklusif diantara pengembangan proyek apartemen high-rise lainnya. Pertama, yakni unit ditawarkan dalam sebuah lantai. Low-rise apartment rata-rata menawarkan hanya 4 hingga 5 unit dalam satu lantai untuk menonjolkan kesan privat dalam eklusifitas hunian. Tidak terlalu banyak unit yang ditawarkan dalam satu lantai berujung kepada faktor keekslusifan kedua yakni besaran unit. Unit yang ditawarkan sudah dipastikan lebih luas dibanding unit-unit high rise apartment bahkan bisa hingga 2 kali lipat. Para pengembang apartemen ini seperti di Alam Sutera dan Bintaro ingin menonjolkan nuansa bermukim selayaknya pada rumah tapak ekslusif dan penthouse.