Sumber: Sehatq

Dilansir dari Honestdocs, kyphosis atau biasa juga disebut dengan kifosis yaitu sebuah kelainan yang terjadi di lengkungan tulang belakang yang membengkok ke depan, sehingga tubuh akan terlihat membungkuk. Namun, tahukah Anda jika kelainan tersebut dapat membuat punggung pada bagian atas akan terlihat membulat atau bahkan bengkok dan tidak normal?

Setiap orang pada umumnya memiliki tulang belakang yang melengkung yang berkisar di antara 25º hingga 45 º. Namun, pada penderita kelainan kifosis ini, lengkungan tulang belakang dapat mencapai hingga 50º atau bahkan lebih. Kondisi yang dapat membuat seseorang menjadi bungkuk.

Kifosis pada umumnya hanya menimbulkan sedikit masalah yang bahkan tidak perlu ditangani secara lanjut. Akan tetapi, jika kasus kelainan tersebut sudah terbilang parah, maka kifosis bisa saja menyebabkan nyeri serta gangguan pernapasan. Untuk kondisi ini, maka perlu ditangani sesuai dengan prosedur.

Tentu saja kifosis memiliki beberapa penyebab utama. Berikut ini pemaparan mengenai penyebab utama kifosis yang ternyata dibedakan menjadi tiga bagian seperti yang dilansir melalui Alodokter.

  1. Postural Kyphosis.
      Postural kyphosis merupakan jenis kifosis yang dapat dikatakan paling sering terjadi dan juga terlihat pada masa pertumbuhan. Jenis kifosis ini dapat kita tandai melalui kondisi tulang belakang yang mungkin saja melengkung hingga mencapai 50 º ataupun lebih.

            Penderita postural kifosis bisa dikatakan bungkuk yang tergolong lentur serta dapat diperbaiki dengan cara fisioterapi yang dilakukan secara rutin. Di samping hal tersebut, Anda tidak perlu khawatir karena kifosis ini sangat jarang menimbulkan nyeri, sehingga tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

           Faktanya, postural kifosis disebabkan oleh postur tubuh yang biasanya salah, seperti bersandar di kursi dengan terlalu membungkuk ataupun akibat dari seringnya membawa tas sekolah dengan beban yang terlalu berat.

  1. Scheuermann’s Kyphosis.
Scheuermann’s kyphosis merupakan salah satu penyebab utama kifosis yang dapat terjadi apabila tulang belakang mengalami kelainan pada saat perkembangannya.  Kifosis ini bisa saja terjadi sebelum masa pubertas yang seringkali diderita oleh anak lelaki dibanding anak perempuan. Pada umumnya, lengkungan kifosis ini terbilang kaku dan akan memburuk seiring dengan pertumbuhannya. Akibatnya dapat membuat penderitanya tidak dapat berdiri dengan lurus.

            Bagi sebagian orang, kelainan kifosis jenis ini bisa jadi sangat menyakitkan. Rasa nyeri bisa saja terasa di bagian punggung atas maupun bawah.

  1. Congenital Kyphosis.
Congenital kyphosis merupakan jenis kifosis yang dapat terjadi karena diakibatkan oleh kelainan perkembangan tulang belakang saat masih berada di dalam kandungan. Kelainan ini bisa saja terjadi pada satu atau bahkan lebih pada tulang belakang dan dapat memburuk seiring dengan pertumbuhan anak. Untuk mencegah bungkuk menjadi bertambah parah congenital kyphosis membutuhkan tindakan bedah secepat mungkin.

  1. Kelainan ini belum diketahui penyebabnya, tapi diduga kondisi ini berkaitan dengan kelainan gen. Tentu saja dugaan tersebut bukan hanya dugaan tak beralasan. Akan tetapi muncul karena telah terjadi pada beberapa kasus. Kondisi yang dialami oleh beberapa anak dari keluarga yang memiliki riwayat congenital kyphosis.
Kifosis bisa diderita oleh siapa saja. Walaupun begitu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kifosis. Seperti

-          Bertambahnya usia seseorang.
-          Skoliosis.
-          Spina bifida.
-          Neurofibromatosis.
-          Tuberkulosis.
-          Penyakit Paget.
-          Distrofi otot.
-          Penderita penyakit osteogenesis imperfecta atau penyakit tulang rapuh
-          Fraktur kompresi.
-          Degenerasi bantalan sendi pada tulang belakang.
-          Menurunnya kepadatan tulang.
-          Kanker serta pengobatannya.
-          Cedera tulang belakang.